Selamat datang di website Kwartir Cabang Barito Timur pramuka kalimantan tengah | Kwarcab Barito Timur

Tag: pramuka kalimantan tengah

Jadilah Pembina yang Menjadi Panutan Bagi Anak Didiknya

1185634_560216667365294_1207067634_nJakarta (12/9) Kehadiran Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Tri Budiman di Aula Cemara, Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu siang (11/9) ternyata mendapatkan animo yang sangat besar dari para pembina yang memenuhi acara Jumpa Tokoh KPN 2013.
Jenderal Tri Budiman sangat mencintai kegiatan pramuka sejak kelas 3 SD bahkan beliau tercatat sebagai anggota Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak digudep 0147-0148 Kelurahan Matraman. Pernah menjadi pengurus Dewan Kerja Cabang, Kwarcab Gerakan Pramuka Jakarta Timur.
“Sampai detik ini saya masih ingat dan tidak pernah lupa dengan Pembina Pramuka”. Ujarnya. Bahkan setelah lulus Akabri dirinya masih sempat melatih Pramuka.
Terlahir sebagai putra kedua dari 9 bersaudara dari keluarga sederhana, Jenderal bintang 4 ini bangga dengan apa yang sudah diperbuat oleh kedua orang tuanya terlebih sang ibu yang bisa membuat dirinya seperti sekarang. Walaupun dengan keadaan yang sangat sulit saat itu, ibunya mengajarkan kepada peraih penghargaan Adhi Makayasa tahun 1978 ini untuk tidak minder dalam menghadapi kehidupan.
KSAD mengingatkan kepada para pembina yang mengikuti KPN 2013, bahwa masa depan pramuka akan lebih banyak tantangan karena harus menyesesuaikan dengan pekembangan jaman.
Untuk menghidupkan dan membangkitkan kembali gairah kecintaan generasi muda terhadap Pramuka, Jenderal Tri Budiman bahkan menginstruksikan kepada semua jajajaran di TNI AD untuk mendukung dan memfasilitasi semua kegiatan dan program kepramuka mulai dari tingkat KODAM, KODIM dan KORAMIL yang ada di Indonesia.
“Jadilah sosok Pembina Pramuka yang sukarela namun banyak berinisiatif, pantang menyerah, mempunyai jiwa bela Negara dan menjadi panutan bagi anak didiknya “ tuturnya. Tim Humas KPN 2013, (YS)

Sentuh Pramuka dengan ekonomi

598777_560458487341112_14223559_nJakarta (13/9), “Mulai sekarang Pramuka harus diberikan sentuhan ekonomi karena Selama ini Pramuka dikenal dengan nature building, baris berbaris, kepribadian dan pendidikan karakter”, ungkap Drs. Setyo Heriyanto, MM, Deputi Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dihadapan para Pembina Pramuka di arena KPN 2013, Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta timur, Kamis Malam (12/9).
Tidak ada istilah terlambat untuk kemandirian pramuka dengan sentuhan ekonomi, tegas Drs. Setyo Heriyanto.
Beliau menambahkan bahwa “walaupun harus dievaluasi kembali dari peserta yang hadir di KPN, karena pasca pendidikan itu biasanya ada instrument yang namanya surveilen. Dengan memberikan formulir apa yang sudah dilakukan minimal 3-6 bulan untuk melaporkan tindak lanjutnya seperti apa, maka akan kelihatan manfaatnya untuk pramuka itu sendiri”. Tim Humas KPN 2013 (KPN 2013)/By.Admin/Eko

Pemerintah Berkewajiban Dukung Pramuka

1174551_560501034003524_953469258_nDibuka dengan permainan kepramukaan, sejumlah perwakilan Pusdiklatcab dari 33 Kwartir Daerah se-Indonesia mengikuti kegiatan Temu Kapusdiklatcab di arena Karang Pamitran Tingkat Nasional ke-4 2013 (KPN 2013), di aula Cemara, komplek Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta, Kamis (12/9).
Kesempatan pertama dalam kegiatan tersebut diisi dengan bahasan mengenai dana operasional Kwartir Cabang oleh Ka Pusdiklatnas Joko Murshito.
Dalam Undang-Undang Gerakan Pramuka pada pasal 36, jelas disebutkan bahwa pemerintah berkewajiban mendukung Gerakan Pramuka baik fasilitas, memberikan tenaga pendidikan dan menjaga kelangsungan hidup Gerakan Pramuka, karena itu, dengan mengacu pada undang-undang ini, setiap kwarcab hingga tingkat kwarran bisa memperoleh dukungan sepenuhnya dari pemerintah setempat,” ungkap Kak Joko.
Menurut kak Joko, setiap kwarcab harus bisa meyakinkan pemerintah bahwa kegiatan kepramukaan itu penting, salah satunya dalam rangka pendidikan karakter.
Untuk kepentingan penyelenggaraan kursus-kursus pembina mahir atau kegiatan kepramukaan lainnya, sudah barang tentu dibutuhkan dana yang berpariatif, jadi disini perlu adanya upaya keras dari tiap kwarcab atau kwarran sendiri agar program-program kepramukaan yang akan dilaksanakan bisa memacu pemerintah atau pihak terkait lainnya untuk membantu,” lanjut kak Joko
Beliau mengharapkan agar para pelatih dan pembina pramuka dapat terus mengajarkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa kepada adik-adik pramuka. Tim Humas KPN 2013 (B-TP)/By.Admin/Eko

Apresiasi Film, Peserta Diajak Nonton Film “Taman Surga Katanya”

1236086_559710314082596_1301644166_nBertempat dilapangan Aula Cempaka Buperta Cibubur, Peserta Karang Pamitran Tingkat Nasional Tahun 2013 (KPN 2013) tadi malam berkesempatan menyaksikan film “Tanah Surga Katanya” bersama Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat Kak Dede Yusuf.
Tujuan kegiatan Apresiasi Film ini adalah untuk mengenalkan film sebagai salah satu proses audio visual yang bisa dimanfaatkan para pembina untuk menyampaikan pembelajaran kepramukaan agar mudah diserap oleh peserta didik. Melalui film bisa menumbuhkan rasa empati, simpati dan sifat patriotisme yang semua terangkum dalam pendidikan karakter bangsa dan bela negara.
Menurut Kak Dede Yusuf ada tiga Poin penting yang disampaikan terkait film garapan sutradara Herwin Novianto ini: Pertama, memberikan informasi. Seperti kondisi yang memprihatinkan di pelosok Kalimantan Barat, perbedaan kondisi yang mencolok antara dua negara, sulitnya menjadi guru diperbatasan dan pudarnya nilai-nilai kebangsaan; Kedua, proses kreatif yang mampu menggugah rasa, mengobarkan semangat, hati yang mengharu biru dan bahkan menitikkan air mata; dan Ketiga, memiliki pesan moral yang sangat luar biasa yakni jika kecintaan tanah air tidak dipupuk dengan baik maka sedikit demi sedikit akan lupa terhadap tanah airnya sendiri.
“Pramuka sebagai garda terdepan pendidikan non formal bagi generasi muda harus sanggup memupuk rasa nasionalisme demi keutuhan negara Indonesia”, ungkap Kak Dede. Tim Humas KPN 2013 (L-Z.A)

Pembina Pramuka Harus Sigap dan Tanggap Terhadap Bencana

1231376_559776914075936_1127726924_nPengalaman traumatik tentang berbagai macam peristiwa bencana yang banyak terjadi di tanah air akhir-akhir ini, sungguh menjadi pelajaran tersendiri bagi masyarakat agar kedepannya bisa lebih sigap dan tanggap dalam menghadapi masalah kebencanaan.
Hal tersebut yang selanjutnya menjadi pembahasan dan diskusi dalam kegiatan ‘Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat’ di anjungan wawasan lapangan Kempi I arena Karang Pamitran Tingkat Nasional ke-4 2013, Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta, Rabu (11/9/2013). Sebagai sebagai narasumber kak Sulistiya. W, Pusdiklatda Bengkulu.
“Materi tentang penanggulangan bencana ini cukup memuaskan, hanya saja yang paling banyak dibahas lebih kepada bencana gunung berapi, gempa, dan tsunami, sedangkan bagi kami yang bertempat tinggal di daerah Kalimantan Tengah hal itu tidak pernah terjadi. Jadi materi ini baru sekedar menambah wawasan mengenai kebencanaan dan cara penanggulangannya sekiranya dipraktekkan di daerah kami sepertinya masih belum perlu,” ujar Indra, Pembina Pramuka utusan Kwarda Gerakan Pramuka Kalimantan Tengah.
Dalam diskusi ini tidak hanya mengangkat masalah kebencanaan alam saja, selain itu, dibahas pula mengenai masalah sosial.” Perlu adanya upaya kesadaran bersama dari seluruh elemen masyarakat termasuk di dalamnya para pembina pramuka terhadap masalah kebencanaan agar bisa lebih sigap dan tangap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di lingkungan masing-masing serta yang lebih penting dapat menjaga keutuhan kearifan lokal yang ada,” ujar Mohamad Ulo Teto perwakilan Kwarcab Nagekeo Kwarda NTT.
Sementara kak Sulis sapaan Sulistiya W. menyatakan masyarakat diwilayah manapun pada perinsipnya harus bisa menolong diri sendiri bila situasi saat terjadi peristiwa bencana di daerahnya.” Potensi-potensi yang ada dalam masyarakat itu perlu dikembangkan menjadi sebuah kekuatan dalam menangkal terjadinya bencana,” ucap kak Sulis yang juga seorang instruktur kebencanaan. Tim Humas KPN 2013 (B-TP)/By.Admin/Eko

Tarian Membersihkan Kampung dari Kwartir Daerah Kalimantan Tengah di Pentas Seni dan Budaya KPN 2013

1234059_559733534080274_1203944596_n

Diawali dengan penampilan tarian dan nyanyian tradisional asal bumi Cenderawasih Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Papua, acara Pentas Seni dan Budaya di Karang Pamitran Tingkat Nasional Tahun 2013 (KPN 2013). Para penari yang juga memakai kostum khas daerah papua menjadi pemandangan menarik untuk disaksikan para peserta KPN dari daerah lainnya.
Tidak kalah menariknya ketika tim kesenian dari Kwarda Gerakan Pramuka Kalimantan Tengah menunjukkan tarian khas adat daerahnya yaitu tarian “Membersihkan kampung.
“Sungguh luar biasa bangganya, kita berasal dari berbagai macam suku mulai dari Sabang sampai Merauke, mencoba menampilkan sesuatu yang kita punya dan disinilah kita bisa melihat bagaimana Indonesia itu sangat kaya akan seni dan budaya termasuk hal-hal lain yang masih terpendam dan perlu terus digali oleh putra-putra daerah itu sendiri,” ujar Kak Karlo, penari dari Kwarcab Gerakan Pramuka Kalimantan Tengah.
Di hari pertama ini, beberapa daerah lainnya yang turut menampilkan tarian dan nyanyian khas daerahnya masing-masing antara lain; Kwarda Riau, Lampung, dan Jawa Barat.
Suasana penuh keakrabanpun sangat terasa dalam acara tersebut, tidak sedikit para peserta lainnya ikut juga menari dan menyanyi.
Kesan bangga atas atraksi kesenian yang ditampilkan dirasakan pula oleh salah satu peserta KPN 2013 asal Kwarcab Indramayu Kwarda Jabar, Ahmad Mukromin.” Sungguh luar biasa, bagaimana kakak-kakak pembina ini begitu apik menampilkan kreasi seni nusantara, tidak hanya Jawa Barat, terbukti sumatera, kalimantan dan papua ikut menari dan menyanyi bersama,” ujar kak Ahmad. Tim Humas KPN 2013 (B-TP)/By.Admin/Eko

Manajemen Ambalan Penegak Butuh Inovasi Baru

526854_559693574084270_1105905974_nSecara umum kegiatan KPN ke-4 2013 diarahkan bagi peningkatan kemampuan para pembina pramuka dalam membina peserta didiknya di satuannya masing-masing dan metode kepramukaan yang digunakan sangatlah beragam, sehingga seluruh peserta dapat lebih merasakan, mempelajari, menghayati, dan mendalami setiap materi yang diikuti.
Seperti yang salah satunya diikuti sejumlah pembina penegak mahir putra-putri dalam kegiatan materi Manajemen Ambalan di arena Gelang Ajar Penegak.” Di arena Karang Pamitran Tingkat Nasional Tahun 2013 (KPN 2013). Tujuannya jelas, supaya para peserta KPN 2013 ini dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam melaksanakan manajemen ambalan penegak dan diantara mereka saling memberi pengalaman tentang bagaimana mengelola ambalan,” ujar Kak Jainudin Ladansa selaku fasilitator Galang Ajar KPN 2013.
Kak Jainudin Ladansa, perwakilan dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Tenggara saat ditemui di sela-sela kegiatan (10/9) menuturkan selain Manajemen Ambalan, para pembina mahir ini, mendiskusikan pula mengenai materi Jiwa, Tanda Penghargaan, SKU-SKK Pramuka Penegak; Upacara dan pelantikan penegak; kegiatan Besar dan Bakti Penegak; Wirausaha dan Gladi Tangguh.
Menurut Kak Jainudin, kendalanya dari para pembina penegak ini cuma dari tingkatan pemahaman saja, jadi Inovasi barupun sangat dibutuhkan karena para anggota pramuka penegak kita saat ini, sikapnya dalam menerima materi kepramukaan lebih keritis dan lebih menginginkan hal-hal yang terbaru.
Di KPN 2013 ini membahas materi secara bersama-sama melalui forum diskusi dalam rangka pengembangan wawasan dan bisa lebih memperkaya tata laksana pengelolaan gugus depan terutama di pramuka penegak dan pandega,” lanjut kak Jainudin.
Sementara di lokasi Gelang Ajar Penggalang, sebagian peserta sedang mempraktekan membuat menara mini dalam materi Penjelajahan Alam.
Disini kami bebaskan kelompok-kelompok ini untuk memilih dan mempraktekan apa-apa yang biasa dilakukan dalam penjelajahan alam,” ujar kak Rochman Sahudi, fasilitator penggalang yang berasal dari Pusdiklatcab Jakarta Selatan.
Tujuan dari materi penjelajahan alam ini agar para peserta dapat memahami cara membuat perencanaan penjelajahan alam dan dapat melaksanakannya dengan baik dan benar. Para pembina mahir penggalang yang kumpul disini tidak sekedar mempraktekan simbol-simbol metode kepenggalangan saja, mereka juga diharapkan bisa berinovasi bagaimana mengemas metode keterampilan pramuka yang dapat berguna bagi kehidupannya di tengah masyarakat,” harap kak Rochman.
Dalam kegiatan ini, masing-masing kelompok mendiskusikan mengenai jiwa,Tanda Penghargaan, SKU, SKK Penggalang; Upacara Penggalang, kegiatan Besar, Bakti dan Seni Budaya Penggalang; dan Permainan Penggalang. Tim Humas KPN 2013 (B-TP)/By.Admin/Eko

Menteri Kehutanan RI: Stop Menebang dan Mulai Menanam

1236723_559712037415757_83543478_nMenteri Kehutan Republik Indonesia, menghimbau .“Stop Menebang, Mulai Menanam”. Pesan singkat ini disampaikan Zulkifli Hasan didepan para peserta Karang Pamitran Tingkat Nasional Tahun 2013 (KPN 2013), Selasa malam (10/9) di Lapangan Perkemahan Puteri, Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta.
Zulkifli Hasan, Lulusan Pendidikan Guru Agama (PGA) Kelahiran Lampung mengatakan bahwa kalau bicara soal lingkungan Hidup dan Hutan, tentu tidaklah mudah. Begitupun Indonesia yang memiliki tanah subur, keanekaragaman yang luar biasa. Meski luas daratan kita hanya no tiga, tapi keanekaragamannya kita no satu.
“Kemarin – kemarin, Hutan menjadi andalan pendapatan bagi negara, tapi sekarang banyak hutan kita yang sudah habis” ujar peraih penghargaan Doctor Honoris Clausa Universitas Seoul-Korea ini. Hal ini dikarenakan sudah minimnya perhatian masyarakat akan akan hal ini.
Maka, pada Pemerintahan SBY tahun 2009, begitu Pak Zul menjadi Menteri Kehutanan, kebijakan- kebijakan yang dikeluarkan diantaranya stop tebang pohon, dan tidak lagi mengkoversi lahan gambut dengan mulai menanam lahan kembali menjadi langkah pertama untuk meraih dukungan semua pihak.
Salah satu peserta KPN asal Kwarda Papua sempat mengajukan pertanyaan. “bagaimana cara mengatasi pencemaran akan lingkungan?”.Dengan Falsafah Sulawesi Utara Kak Zul menerangkan “ada 3 S: Sentuh Air,artinya mestilah kita jaga semua lingkungan air. Sentuh Tanah, artinya tanam disitu apa saja dan jangan dibiarkan kosong. Sentuh Budaya, artinya jangan lagi membiasakan membuang sampah sembarangan sebagai contoh kecilnya.
Tentu semuanya butuh kerja yang keras, “tidak ada capaian-capaian yang dicapai dengan mudah, kecuali dengan kerja keras” lanjut kak Zul, begitu sapaan khas nya.
Kak Tri selaku Deputi KLH menambahkan, Berkenaan dengan Lingkungan Hidup, kami mengeluarkan Saka Baru yakni Saka Kalpataru yang akan dibawahi langsung oleh Badan Lingkungan Hidup Provinsi dan Kabupaten Kota.
“Mohon do’a restu dan dukungannya untuk pengesahan Saka ini tentunya, tentu semuanya disyahkan pada forum Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka pada awal bulan Desember 2013 mendatang, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Mudah-mudahan lahirnya Saka ini melengkapi Saka yang sudah ada dan membuat anggota Pramuka makin cinta akan lingkungan hidupnya”, tutup kak tri. Tim Humas KPN 2013 (S-A.H) By. Admin/Eko

Pembina Pramuka Harus Kreatif dan Inovatif Dalam Membina

998126_559682834085344_802505227_nMasih terbatasnnya kualitas kemampuan dan keterampilan para pembina pramuka dalam membina kepramukaan di setiap Gugus Depan (Gudep) akhirnya menjadikan kegiatan pramuka kurang diminati oleh peserta didik. Hal inilah yang selanjutnya membuat para pembina pramuka harus lebih memiliki wawasan luas tentang ilmu pengetahuan kepramukaan dan mampu kreatif serta inovatif dalam membina satuan.
Jadi dalam kegiatan ini, bisa dipahami bersama bagaimana para pembina pramuka itu dapat memberikan perubahan-perubahan baru dalam hal pembinaan kepramukaan agar hasil pembinaan yang selama ini telah dilaksanakan di gugus depan, peserta didik dapat input dengan baik,” ujar Kak Udjang Soepriatna, fasilitator anjungan Wawasan.
Kegiatan tersebut diikuti sejumlah peserta KPN mulai dari golongan Siaga hingga Penegak. Menurut kak Udjang, bahan-bahan pengajaran ilmu pengetahuan kepramukaan ini dapat mengadopsi dari mana saja atau membuat sendiri sehingga muncul inovasi baru.
Diharapkan dari hasil Karang Pamitran Tingkat Nasional Tahun 2013 (KPN 2013) ini para peserta dapat menyatukan persepsi bagaimana mengembangkan inovasi-inovasi baru ilmu pengetahuan kepramukaan di mulai dari kwarda, kwarcab, kwartir ranting hingga gugus depan,” lanjut kak Udjang.
Ditempat yang sama, salah satu peserta putri asal Kabupaten Selayar Kwartir Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Suryani, menginginkan agar wawasan dan inovasi baru ini dapat terealisasikan dengan baik di daerahnya. “Bagi kami sebagai pembina di daerah apa yang didapatkan disini sudah barang tentu menjadikan kami bertambah wawasan bagaimana dapat kreatif membuat inovasi-inovasi baru ilmu pengetahuan kepramukaan, karena diakui saat ini secara umum kami masih kesulitan menanganinya”.
Secara umum kendala terutama di golongan penegak itu untuk pertama kali para peserta didik sangat termotivasi ikut kegiatan pramuka, namun setelah mereka tahu tentang era digital, lambat laun mereka kurang minat lagi untuk mengikuti kegiatan kepramukaan, rasanya mereka lebih tertarik kepada kegiatan bernuansa teknologi, makanya begitu kami mengikuti karang pamitran ini diharapkan dapat lebih berguna lagi bagaimana nantinya dapat mengembalikan semangat peserta didik kembali mengikuti kegiatan kepramukaan,” harap Kak Suryani yang juga seorang pembina penegak putri. Tim Humas KPN 2013 (B-TP).  By. Admin/Eko

Lomba Karya Tulis Pramuka

1119985_10201715929730820_382510624_o